Layanan ini adalah bentuk bantuan profesional yang diberikan oleh psikolog untuk membantu kerja konselor sekolah demi memahami, menilai, dan mengembangkan potensi siswa (kognitif, emosional, sosial, maupun kepribadian) secara optimal. Tujuannya bukan hanya untuk mengetahui kondisi siswa, tetapi juga memberdayakan mereka sesuai kapasitas yang dimiliki agar para siswa mampu berkembang secara mandiri, percaya diri, dan produktif dalam lingkungan belajar.
Assessment Psikologis di sekolah umumnya meliputi Aspek kognitif: tes intelegensi, kemampuan berpikir, gaya belajar. Aspek kepribadian: minat, bakat, motivasi, emosi, dan temperamen. Aspek sosial: relasi dengan teman, guru, dan keluarga. Aspek akademik: kesulitan belajar, prestasi, dan hambatan perkembangan. Tujuannya adalah untuk; Mengetahui kebutuhan khusus siswa; Menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Memberi dasar untuk intervensi atau konseling. Mengidentifikasi potensi unggul dan area yang perlu dukungan.
Pemberdayaan Siswa (Empowerment) adalah proses membangun kemampuan dan kepercayaan diri siswa agar mereka mampu mengelola diri, mengambil keputusan, dan menghadapi tantangan hidup secara positif. Bentuk kegiatan pemberdayaan meliputi: Pelatihan soft skills (komunikasi, kerja sama, kepemimpinan); Konseling individual atau kelompok; Program pengembangan karakter dan resiliensi; Workshop motivasi dan self-management; Bimbingan karier dan minat bakat. Tujuan pemberdayaan adalah untuk; Meningkatkan kesadaran diri dan tanggung jawab pribadi. Mendorong kemandirian dan motivasi berprestasi; Menguatkan daya tahan mental terhadap tekanan akademik atau sosial. Membentuk siswa yang berkarakter dan adaptif terhadap perubahan.
Prinsip Dasar Layanan Psikologis; Kerahasiaan (confidentiality): hasil assessment tidak disebarluaskan tanpa izin; Individualitas: setiap siswa unik dan perlu pendekatan berbeda; empati dan penerimaan: psikolog bersikap terbuka dan tidak menghakimi; Partisipatif: siswa dilibatkan aktif dalam proses pengembangan diri; Berorientasi pada potensi: fokus pada kekuatan dan peluang siswa, bukan hanya masalahnya.
Manfaat Layanan Psikologis. Bagi siswa: memahami diri, mengatasi kesulitan, dan berkembang optimal. Bagi guru: memahami karakter siswa dan menyesuaikan metode mengajar. Bagi orangtua: mendapat arahan dalam mendukung perkembangan anak. Bagi sekolah: menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan produktif.