
Lembaga Serva Minora presentasikan hasil asesmen psikologi para guru dan karyawan SMAK Frateran di hadapan manajemen sekolah
Lembaga Pengembangan SDM Serva Minora Malang memaparkan hasil asesmen psikologi guru dan karyawan SMAK Frateran Surabaya dalam pertemuan yang digelar di Ruang Pertemuan SMAK Frateran Surabaya, Selasa, 16 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri tim Serva Minora yang dipimpin langsung oleh Dr. Hipolitus Kristoforus Kewuel, didampingi Frater Agustinus BHK dan Simon Christo Alexander Tito. Sementara dari pihak sekolah hadir Kepala SMAK Frateran Surabaya, Frater Wilhelmus Satel Sura BHK, bersama para wakil kepala sekolah. Kepada media ini, Dr. Hipolitus menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mempresentasikan hasil asesmen psikologi yang telah dilakukan terhadap guru dan karyawan SMAK Frateran Surabaya.
“Hasil ini kita presentasikan ke pihak manajemen sekolah dengan maksud bahwa hasil ini menjadi gambaran bagi manajemen untuk menata SDM di dalam pengelolaan sekolah ini kedepan,” ungkapnya. Menurutnya, hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar bagi manajemen sekolah dalam menyusun strategi pengembangan sumber daya manusia secara lebih terarah. Lanjut dikatakan, “Memang pada saatnya kita akan buka kepada masing-masing para guru dan karyawan supaya mereka tahu apa yang akan dicapai dengan cara ini. Program ini sebenarnya dalam konteks tata kelola organisasi maka manajemenlah yang menjadi sasaran utama. Agar mereka membuka mata terhadap kapasitas yang mereka miliki. Bagaimana mereka menata kerja organisasi sekolah ini kedepan. Jadi saya kira pertemuan ini sesuai apa yang kita idealkan.” Pria yang akrab disapa Doktor Hipo itu menegaskan bahwa tahapan berikutnya adalah pendampingan kepada para guru dan karyawan.

Tim Lembaga Serva Minora (dari kiri), Doktor Hipo, Frater Agustinus BHK, Simon Christo Alexander Tito
“Kita akan melakukan kedepan begini, kapasitasmu seperti ini, tes ini memang tidak menjudgesmen anda namun hanya untuk melihat kekuatanmu sejauhmana kamu bisa memberi support yang maksimal di dalam kerja-kerja di organisasi ini,” bebernya.Ia menilai keberhasilan tindak lanjut program tersebut sangat bergantung pada kesamaan persepsi antara kepala sekolah dan jajaran manajemen.
“Kalau kepala sekolah dengan timnya belum satu pikiran maka ada kesulitan dalam proses selanjutnya diantara mereka,” cetus Doktor Hipo. Dalam presentasi tersebut, pihak Serva Minora memaparkan dua aspek utama hasil asesmen. Pertama, aspek intelektual yang meliputi kemampuan berpikir, penalaran, analisis, serta berpikir abstrak. “Terkait IQ saya lihat mereka cukup baik, karena yang berbakat cukup banyak ke arah maksimal daripada yang ke arah minimal. Tetapi IQ ini kan punya bagian-bagian yang spesifik seperti kemampuan analisa, kemampuan berpikir abstrak dan lainnya. Dalam detailnya ini ternyata cukup banyak yang harus diperbaiki, maka kita mencoba kedepan dibagian kepala ini diberikan beberapa pelatihan untuk meningkatkan kapasitas-kapasitas ini,” terang Doktor Hipo.
Selain aspek intelektual, asesmen juga menyoroti aspek emosional dan berbagai indikator kepribadian lainnya. “Melihat hal itu banyak treatment yang bisa kita lakukan salah satu yang sering kami lakukan adalah melalui retret dan outbound. Bertujuan untuk mengasah kepekaan-kepekaan non rasional,” sambungnya. Ia berharap hasil asesmen tersebut menjadi pintu masuk bagi berbagai intervensi pengembangan SDM yang lebih terukur di masa mendatang.
Kepala SMAK Frateran Surabaya Tanggapi Hasil Asesmen
Frater Wilhelmus Satel Sura BHK, berharap asesmen psikologi ini dapat membantu sekolah memetakan kemampuan para guru dan karyawan secara lebih akurat. “Semoga hal yang unik pada Bapak/Ibu guru bisa ditumbuh kembangkan menjadi potensi mendampingi siswa/siswa SMAK Frateran,” ujarnya. Frater William mengatakan pihak sekolah akan segera menindaklanjuti hasil asesmen melalui berbagai program pengembangan kapasitas.
“Termasuk hal yang menunjang kompetensi guru seperti Workshop atau apapun itu sehingga membuka wawasan guru untuk lebih mengembangkan potensi yang ada yang berimbas berkembangnya potensi anak didik di SMAK Frateran Surabaya,” ucap biarawan yang akrab disapa Frater William. Ia mengaku cukup terkejut setelah melihat hasil asesmen yang dipaparkan oleh tim Serva Minora. “Namun setelah melihat keadaan tersebut akhirnya saya punya konsep bagi para guru dan karyawan. Saya tidak menjudge mereka, tetapi sebagai pemimpin saya harus bisa mendampingi dan mengarahkan serta memotivasi para guru tidak berkecil hati namun justru mampu mengembangkan apa yang menjadi potensi dirinya,” tegasnya. Frater William berharap hasil asesmen ini dapat meningkatkan kesadaran guru dan karyawan terhadap potensi diri sekaligus memperkuat tanggung jawab dalam mendampingi peserta didik. “Dengan harapan para guru dan karyawan SMAK Frateran semakin memiliki tanggung jawab dalam mendampingi para siswa-siswi yang dipercayakan orang tua kepada sekolah kita dan bertanggung jawab dalam memberikan hal-hal yang baik,” pungkasnya.***
Sumber Artikel berjudul ” Asesmen Psikologi Ungkap Potensi Guru SMAK Frateran Surabaya “, selengkapnya dengan link: https://flores.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-29710276130/asesmen-psikologi-ungkap-potensi-guru-smak-frateran-surabaya?page=all